|
|
NURUL ADNI ADNAN
UMMU MUSA
TARBIYYAH YANG INDAH
kehidupan di dunia Cabaran dan dugaan mendewasakan usia Rintangan dilalui tambah pengalaman diri Sudah sunnah ketetapan ilahi Deras arus dunia menghanyutkan yang terleka
Begitu indah dunia Pulanglah kepada tuhan
Sabar menempuh jalan
sayang tuhan janjinya pasti...;)
mengharap senang dalam berjuang
bagai menunggu rembulan ditengah siang
jalan nya tak seindah sentuhan mata
pangkalnya jauh hujungnya belum tiba
![]() < "milikilah,jadilah... seindah hiasan dunia sebaik kejadian di bumi pencipta... dialah, wanita solehah yang redha ALLAH sebagai tuhan yang redha ISLAM sebagai agama yang redha MUHAMMAD sebagai rasulnya"
|
Hidup dalam prasangka Kesalnya rasa hati melihat prasangka-prasangka buruk yang bermaharajalela telah merosakkan hubungan kawan dan persaudaraan. Kesalnya rasa hati apabila prasangka-prasangka buruk terhadap seseorang telah memadam kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang itu. Adilkah hanya mendengar cerita satu pihak untuk menilai konflik yang berlaku antara dua pihak? Adilkah hanya mengiyakan cerita sebelah pihak tanpa ada ruang untuk pihak yang satu lagi membela diri…? Terlihat di hadapanku satu hubungan menantu dan mentua terputus selama beberapa tahun kerana prasangka si menantu bahawa mentuanya itu telah memburuk-burukkan dirinya – hanya dengan mendengar cerita orang, tanpa dia bersemuka dengan mentuanya untuk menilai dengan adil. Hadir di hadapanku seseorang yang berprasangka telah menceritakan keburukan seseorang – keburukan itu dipercayai hanya dengan mendengar cerita orang tanpa ada tabayyun untuk lebih adil menilai permasalahan. Prasangka itu membunuh. Membunuh kasih sayang. Membunuh silaturrahim. Kerana kebanyakan prasangka itu salah, penuh dosa. Membiarkan syaitan ketawa gembira dengan campurtangannya yang terus menerus meletakkan diri manusia dalam prasangka. Diri ini juga belajar nilai penting bahawa hubungan suami isteri itu mudah saja kucar kacir dengan prasangka-prasangka yang bermain di jiwa. Si suami berprasangka begini, si isteri berprasangka begitu. Sedangkan, jika mencari jalan mengkomunikasikan perasaan, prasangka tidak akan terus memecahbelahkan. Gunakanlah setiap peluang dan keadaaan untuk menjernihkan pprasangka. Manfaatkan teknologi untuk saling menjelaskan kekeliruan. Manfaatkan modal pancaindera yang ALLAH anugerahi untuk mematikan prasangka yang menipudaya. Bertanyalah, untuk mendapat jawapan. Diamlah dan jangan menyampaikan keburukan orang lain, jika itu hanya prasangka yang terbit memancar di lubuk perasaan. Sungguh, hidup dalam prasangka itu menyedihkan, mengecewakan. Posted at 01:11 am by nur_syauqeena
|